News Update :

4.1 EKMA4570 Penganggaran

Sabtu, 04 Mei 2013


                                   TOPIK   I
Konsep Dasar Penyusunan Anggaran 
(sumber: Anggaran Perusahaan Prinsip, Mekanisme  dan Teknik penyusunannya oleh Gunawan Adisaputro dan Penganggaran Perusahaan oleh M. Nafarin)

Pada topik 1 ini akan membahas tentang Konsep dasar penyusunan anggaran. Konsep dasar penyusunan anggaran terbagi kedalam dua bahasan yaitu pertama, perencanaan dan penganggaran perusahaan dan yang ke dua, adalah fungsi dan macam anggaran.  Silahkan Anda membaca uraian berikut, perhatikan kata-kata yang dicetak tebal dan pahami pengertiannya. Setelah itu beri komentar.
1. Perencnaan dan Penganggaran Perusahaan
    Salah satu fungsi dari manajemen adalah perencanaan (planning). Perencanaan merupakan tindakan yang dibuat berdasarkan fakta dan asumsi mengenai gambaran kegiatan yang dilakukan pada waktu yang akan datang dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan berarti menentukan sebelumnya kegiatan yang mungkin dapat dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Perencanaan merupakan upaya tindakan berhati-hati sebelum melakukan sesuatu agar apa yang dilakukan dapat berhasil dengan baik.
Tujuan utama perencanaan adalah untuk memberikan proses umpan maju  (feedforward) agar dapat memberikan petunjuk kepada setiap manajer dalam pengambilan keputusan operasional sehari-hari.
Jadi rencana meliputi: tujuan, kebijaksanaan, peraturan, metode, strategi, standar, program, prosedur, dan anggaran (M. Nafarin)
a. Tujuan, terbagi menjadi dua yaitu tujuan secara umum dan tujuan khusus.
    Tujuan umum (goal) adalah tujuan yang menyatakan secara luas keadaan diwaktu yang
    akan datang dan hasil akhir dari aktivitas perusahaan dalam jangka panjang.
    Tujuan khusus (target) adalah tujuan yang melukiskan ruang lingkup yang jelas serta
    memberikan arah kepada usaha-usaha yang dilakukan dalam jangka pendek.
b. Kebijaksanaan dan peraturan
    Peraturan (rules) adalah suatu petunjuk, perintah, larangan, penghargaan, sanksi, dan
    kewajiban dalam pelaksanaan pekerjaan.
    Kebijaksanaan (policy) adalah petunjuk menyeluruh secara verbal, tertulis atau yang
    diimplikasikan yang menetapkan batas-batas umum serta arah tindakan yang akan 
    dilaksanakan. Kebijaksanaan merupakan bimbingan berpikir bagi para bawahan dalam
    upaya mencapai tujuan. 
c. Metode dan standar
    Metode adalah suatu cara yang ditetapkan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu.
    Standar merupakan suatu kesatuan pengukuran yang ditetapkan sebagai suatu patokan
    dalam pelaksanaan pekerjaan.
d. Strategi
    Strategi merupakan cara mencapai tujuan yang harus diikuti oleh setiap bagian dalam
    perusahaan.
e. Program
Program menggariskan tindakan-tindakan yang akan dilakukan, oleh pihak mana,   bilamana dan di mana. Ditetapkan juga asumsi-asumsi, komitmen-komitmen, dan bidang-bidang yang
   akan dipengaruhi.
f. Prosedur
   Prosedur merupakan suatu urut-urutan seri tugas yang saling berhubungan yang diadakan
   untuk menjamin pelaksanaan yang seragam.
Apa itu Anggaran?
    Anggaran perusahaan adalah rencana tentang kegiatan perusahaan (Gunawan A). Rencana ini mencakup berbagai kegiatan operasional yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain dalam jangka waktu tertentu untuk dimasa yang akan datang.
    Anggaran (budget) adalah suatu rencana keuangan periodic yang disusun berdasarkan program-program yang telah disahkan (M Nafarin). Anggaran merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu.
Anggaran merupakan alat manajemen dalam mencapai tujuan. Jadi anggaran bukan tujuan dan tidak dapat menngantikan manajemen.
Untuk mencapai tingkat efisiensi tertentu dan seterusnya menghasilkan keuntungan yang diharapkan, perusahaan melaksanakan kegiatan-kegiatan fungsional di bidang pemasaran, operasi/produksi, keuangan dan manajemen operasional. Masing-masing bidang ini merupakan kegiatan yang menuntut spesialisasi tersendiri dengan programnya masing-masing. Bilamana masing-masing bidang membuat dan menentukan programnya sendiri terlepas dari program dan kegiatan bidang yang lain, maka besar sekali kemungkinannya program-program ini bukannya saling membantu  dan melengkapi untuk mencapai sasaran bersama yakni terwujudnya sebuah keuntungan, melainkan satu sama lain dapat saling bertentangan. Untuk mencegah hal tersebut diperlukan suatu mekanisme suatu perencanaan dan pengendalian yang terpadu (integrated) yang kemudian kita kenal dengan istilah anggaran perusahaan (business budget)
Pada dasarnya dalam anggaran (budget) terdapat empat unsur, yaitu:
-          Perencanaan
-          Kegiatan
-          Kesatuan
-          Waktu
Dalam penyusunan anggaran perlu dipertimbangkan berbagai factor, yaitu:
a.       Pengetahuan tentang tujuan dan kebijaksanaan umum perusahaan
b.      Data-data waktu yang lalu
c.       Kemungkinan perkembangan kondisi ekonomi
d.      Pengetahuan tentang taktik, strategi pesaing, dan gerak-gerik pesaing
e.       Kemungkinan adanya perubahan kebijaksanaan pemerintah
f.       Penelitian untuk pengembangan perusahaan. 

2. Fungsi dan Macam Anggaran
Fungsi anggaran sebagai alat manajemen yang juga digunakan sebagai dasar fungsi  perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
Macam-macam anggaran
Anggaran dapat dikelompokkan dalam beberapa sudut pandangaan (M. Nafarin), seperti:
a. Menurut dasar penyusunan, anggaran terdiri dari: anggaran variabel dan anggaran tetap
b. Menurut cara penyusunan, anggaran terdiri dari: anggaran periodic dan anggaran kontinu
c. Menurut jangka waktu, anggaran berupa: anggaran jangka pendek dan jangka panjang
d. Menurut bidangnya, anggaran berupa anggaran operasional dan anggaran keuangan
e. Menurut kemampuan menyusun, anggaran berupa anggaran komprehensif dan parsial, dan
f. Menurut fungsinya, anggaran berupa aproperation budget dan performance budget.
Anggaran sebagai pendekatan sistem!
 Anggaran dapat dianggap sebagai system yang memiliki kekhususan tersendiri atau sebagai suatu sub-sistem yang memerlukan hubungan (interface) dengan sub-sistem lain yang ada dalam perusahaan tersebut.Hal ini dapat dianalogikan dengan manusia sebagai makhluk biologis yang berbudaya.
Anggaran juga dapat dianggap sebagai sistem yang otonom karena mempunyai sasaran serta cara-cara kerja tersendiri yang merupakan satu kebulatan dan yang berbeda dengan sasaran serta cara kerja sistem lain yang ada dalam perusahaan, tetapi sekaligus juga dapat dianggap sebagai sub-sistem, yakni bagian dari sistem lain yang lebih besar. Oleh karenanya  anggaran bukanlah satu-satunya alat perencana dan pengendali yang ada yang diperlukan oleh  perusahaan untuk dapat berfungsi secara mantap.
Skema anggaran sebagai sistem:




 

                                                            INTI SISTEM
Perencanaan     dan     Pengawasan       Keuntungan

Pemasaran              Produksi              Keuangan             Operasional    
 
 

 


                                          SUB-SISTEM PENUNJANG
Struktur Organisasi
 
Tertib Operasional
 
Analisa data statistik internal
 
Data & analisa akuntansi
 
Angka-angka standar
 
 





                                       SUB-SISTEM LINGKUNGAN
Data & analisa ekonomi
 
Data & anali sa industri
 
Data & analisa produk
 
Struktur harga & persaingan
 
 








Anggaran Komprehensif
Dalam membuat anggaran yang baik seharusnya bersifat menyeluruh yaitu mencakup semua kegiatan yang ada dalam perusahaan, sehingga fungsi-fungsi penganggaran (yakni: pedoman kerja, alat pengkoordinasian kerja dan alat pengawasan kerja) benar-benar dapat berjalan dengan baik pula. Anggaran yang lengkap dan menyeluruh semacam ini sering disebut sebagai anggaran komprehensif (comprehensive budget)
Secara garis besar, isi dari anggaran komprehensif meliputi:
-          Anggaran penaksiran: - anggaran operasional: - sektor penghasilan
                                                                                 - sector biaya
-           
                                          - anggaran keuangan: - keadaan aktiva  (harta)
                                                                              - keadaan utang
                                                                              - keadaan modal sendiri
-          Anggaran variable:
-          Analisis statistika dan matematika
-          Laporan anggaran.

Kuis :
Coba jelaskan perbedaan antara anggaran perusahaan dengan penganggaran perusahaan?

Setelah Anda membaca topik di atas dan menjawab kuis, kami sangat menunggu komentar Anda! Dalam hal ini dengan komentar Anda berarti ada interaksi positif antara tutor dengan mahasiswa, sehingga program tutorial melalui elektonik dapat terwujud dengan baik.  

Jawab :

Perbedaan antara anggaran perusahaan dengan penganggaran perusahaan?
  1. Anggaran Perusahaan : rencana tentang kegiatan perusahaan, rencana ini mencakup berbagai kegiatan operasional yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain dalam jangka waktu tertentu untuk dimasa yang akan datang.
  2. Penganggaran Perusahaan : proses penyusunan tentang rencana suatu kegiatan perusahaan dalam jangka waktu tertentu untuk masa yang akan datang.
 TOPIK  3
ANGGARAN PENJUALAN
  (sumber  Buku Anggaran Perusahaan: Prinsip, Mekanisme dan Teknik penyusunan  oleh Gunawan Adisaputro)
 

Pada topik 3 ini, mencoba Anda membuat peramalan penjualan untuk tahun 2004 s/d 2007
Dengan data histories penjualan sebelumnya di bawah ini, yaitu:
1.      Penjualan terigu
Tahun
Penjualan (ton)
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
258
268
290
346
312
326
382
2. Penjualan keramik
Tahun
Penjualan
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
1280
1350
1420
1550
1690
1860
1950
2270


Dari dua data di atas, buatlah: 1.  Peramalan penjualan untuk tahun 2004 s/d 2007
                                                 2.  Buatkan grafik masing-masing data.
Apabila anggaran produksi memang betul-betul disusun dengan baik, maka anggaran inipun dapat berfungsi sebagai alat pengkoordinasian. Anggaran produksi mengkoordinasikan berapa jumlah yang akan diprodusir dengan keadaan keuangan, keadaan permodalan, perkembangan produk dan tingkat penjualan. Selanjutnya anggaran produksi dapat pula dipakai sebagai alat pengawasan. Pengawasan produksi meliputi pengawasan kualitas, kuantitas, dan tentu saja pengawasan biaya.

Jawab :
1.      Penjualan terigu
a.       Peramalan Penjualan Terigu
b.      Grafik Penjualan Terigu

2. Penjualan keramik
            a. Peramalan Penjualan Keramik

b.      Grafik Penjualan Keramik
                                     TOPIK  4
ANGGARAN PRODUKSI
(sumber  Buku Anggaran Perusahaan: Prinsip, Mekanisme dan Teknik penyusunan oleh Gunawan Adisaputro dan Penganggaran Perusahaan oleh M. Nafarin)
 

Setelah tingkat penjualan direncanakan, maka langkah selanjutnya adalah penyusunan anggaran produksi. Anggaran produksi dalam arti luas berupa penjabaran dari rencana penjualan menjadi rencana produksi.  Karena itu jelas bahwa rencana produksi yang demikian meliputi perencanaan tentang jumlah produksi, kebutuhan persediaan, material, tenaga kerja dan kapasitas produksi. Anggaran produksi dalam arti sempit juga disebut anggaran jumlah yang harus diproduksi adalah suatu perencanaan tingkat atau volume produk yang harus diprodusir oleh perusahaan agar sesuai dengan volume atau tingkat penjualan yang telah direncanakan.
Penyusunan Anggaran Produksi
Anggaran produksi dibuat berdasarkan anggaran penjualan dan anggaran persediaan. Bila persediaan barang jadi awal sama dengan akhir, maka unit barang jadi yang diproduksi sama dengan penjualan dalam unit.
Bila persediaan barang jadi awal sama dengan akhir dan persediaan barang dalam proses awal sama dengan akhir, maka produk masuk proses produksi sama dengan penjualan dalam unit.
Penyusunan anggaran produksi dapat disusun dengan tiga cara (M. Nafarin) yiatu:
-          mengutamakan stabilitas produksi
-          mengutamakan stabilitas persediaan
-          campuran antara stabilitas produksi dan persediaan.
Perencanaan produksi mencakup masalah-masalah yang bersangkutan dengan penentuan:
-          tingkat produksi
-          kebutuhan fasilitas-fasilitas produksi
-          tingkat persediaan barang.
Tujuan penyusunan anggaran produksi, antara lain:
-          Menunjang kegiatan penjualan sehingga barang dapat disediakan sesuai dengan yang telah direncanakan
-          Menjaga tingkat persediaan yang memadai
-          Mengatur produksi sedemikian rupa sehingga biaya-biaya produksi yang ditanggung akan seminimal mungkin

Anggaran produksi sebagai alat perencanaan, pengkoordinasian dan pengawasan
Anggaran produksi disusun berdasarkan pada anggaran penjualan yang telah disusun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa semua hal yang berhubungan dengan produski, seperti kebutuhan bahan mentah, kebutuhan tenaga kerja, kapasitas mesin-mesin, penambahan modal dan kebijaksanaan persediaan, diselaraskan dengan kemampuan menjual. Jelaslah bahwa anggaran produksi mempunyai fungsi sebagai alat perencanaan. Apabila anggaran produksi memang betul-betul disusun dengan baik, maka anggaran inipun dapat berfungsi sebagai alat pengkoordinasian. Anggaran produksi mengkoordinasikan berapa jumlah yang akan diprodusir dengan keadaan keuangan, keadaan permodalan, perkembangan produk dan tingkat penjualan. Selanjutnya anggaran produksi dapat pula dipakai sebagai alat pengawasan. Pengawasan produksi meliputi pengawasan kualitas, kuantitas, dan tentu saja pengawasan biaya.














                                TOPIK  5
  ANGGARAN BIAYA KOMERSIAL
(sumber  Buku Anggaran Perusahaan: Prinsip, Mekanisme dan Teknik penyusunan oleh Gunawan Adisaputro)
 

Biaya komersial adalah biaya yang ditanggung oleh perusahaan untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan penunjang berupa kegiatan pemasaran dan kegiatan produksi. Secara garis besar biaya komersial dapat dibedakan menjadi dua kelompok biaya, yaitu biaya administrasi dan biaya pemasaran.
Anggaran biaya administrasi adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang biaya-biaya yang terjadi serta terdapat di dalam lingkungan bagian administrasi perusahaan.
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam rangka menyusun anggaran biaya administrasi, antara alin:
-          anggaran penjualan, anggaran unit yang diproduksikan, berbagai standar biaya-biaya administrasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan yang dihimpun serta dikumpulkan dalam anggaran variable
-          sistem pembayaran upah/gaji yang dipergunakan oleh perusahaan
-          metode depresiasi yang dipergunakan perusahaan.

Angggaran biaya pemasaran adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang biaya-biaya yang terjadi serta terdapat di dalam lingkungan bagian pemasaran perusahaan.
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam rangka menyusun anggaran biaya pemasaran, antara lain:
-          anggaran penjualan
-          sistem pembayaran upah
-          metode depresiasi
-          metode alokasi biaya

Pertanyaan : Coba Anda jelaskan perbedaan prinsipil yang dapat anda ketahui tentang biaya administrasi dan biaya pemasaran? 

 

                                   TOPIK 6

 STANDAR BIAYA TIDAK LANGSUNG

(sumber  Buku Anggaran Perusahaan: Prinsip, Mekanisme dan Teknik penyusunan oleh Gunawan Adisaputro)


Pada topik ke 6 ini akan membahas standar biaya tidak langsung. Adapun topik didalamnya yang akan dibahas lebih lanjut adalah mengenai anggaran variabel dan penentuan standar biaya. Coba Anda simak baik-baik dan perhatikan yang bertuliskan tebal kemudian renungkan isi materi di bawah ini.

1.  Anggaran Variabel
Anggaran variabel (variable budget) merupakan kumpulan dari berbagai standar biaya-biaya tidak langsung sesuatu perusahaan. Seperti biaya pabrik tidak langsung, biaya administrasi, dan biaya pemasaran.
Sedangkan standar biaya itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu angka yang menunjukkan berapa besar sesuatu biaya akan berubah, sebagai akibat terjadinya perubahan aktivitas perusahaan.
Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun terjadi perubahan aktivitas perusahaan.
Biaya tetap mempunyai dua ciri utama, yaitu:
  1. Jika perusahaan tidak mengadakan aktivitas (aktivitas = 0) maka biaya ini tidak ikut mejadi 0, melainkan menunjukkan sejumlah angka (biaya) tertentu
  2. Jika perusahaan meningkatkan atau menurunkan aktivitas, maka biaya ini tidak ikut meningkat atau menurun, melainkan tetap sama besarnya.
Biaya variabel adalah biaya yang berubah sesuai dengan perubahan aktivitas perusahaan.
Biaya variabel mempunyai dua ciri utama, yaitu:
  1. Jika perusahaan tidak mengadakan aktivitas (aktivitas = 0), maka biaya ini akan ikut menjadi nol
  2. Jika perusahaanmeningkatkan/menurunkan aktivitas, maka biaya ini akan ikut meningkat/menurun.
Dalam kaitannya dengan ikut meningkat atau menurun, jenis baiaya variabel terbagi menjadi tiga, yaitu:
1)  Biaya variabel proporsional adalah biaya variabel yang berubah secara sebanding  
      dengan perubahan aktivitas perusahaan
2)      Biaya variabel degresif adalah biaya variabel yang berubah secara kurang dari sebanding dengan perubahan aktivitas perusahaan.
3)      Biaya variabel progresif adalah biaya variabel yang berubah secara lebih dari sebanding dengan perubahan aktivitas perusahaan.
Biaya semi variabel (semi tetap) adalah biaya yang sebagian bersifat tetap, artinya tidak berubah meskipun terjadi perubahan aktivitas perusahaan, dan sebagian lagi bersifat variabel, artinya akan berubah sesuai dengan perubahan aktivitas perusahaan.
Biaya semi variabel menurut jenisnya dapat menjadi tiga , yaitu:
1)      Biaya semi variabel proporsional
2)      Biaya semi variabel degresif
3)      Biaya semi variabel progresif.
Secara umum, anggaran variabel memiliki kegunaan pokok, yaitu: sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja dan sebagai alat pengawasan (evaluasi) kerja yang membantu manajer dalam memimpin perusahaan.
Secara khusus, anggaran variabel berguna sebagai dasar untuk menyusun anggaran biaya pabrik tidak langsung, anggaran biaya administrasi, dan anggaran biaya pemasaran.

1.     Penentuan Standar Biaya

Standar biaya adalah suatu angka yang menunjukkan berapa besar sesuatu biaya akan berubah, sebagai akibat terjadinya perubahan aktivitas perusahaan. Standar biaya menunjukkan tingkat kepekaan biaya terhadap aktivitas perusahaan.
Penentuan angka-angka standar dapat didasarkan data histories, artinya penentuan standar biaya dengan mendasarkan diri pada data dan pengalaman-pengalaman di waktu-waktu yang lalu.
Penentuan angka-angka standar juga dapat didasarkan pada hasil penelitian khusus, yaitu penentuan standar biaya dengan mendasarkan diri pada data dan pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari suatu penelitian yang secara khusus diadakan dalam rangka menentukan standar biaya tersebut.
Besar kecilnya standar biaya dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
  • biaya tetap besar kecilnya ditentukan oleh variabel waktu,
  • biaya variabel besar kecilnya ditentukan oleh besar kecilnya volume kegiatan
  • biaya semi variabel besar kecilnya ditentukan berdasar sesuatu peraturan tertentu

Setelah mempelajari materi di atas, diharapakan Anda mampu menjawab pertanyaan berikut ini:
1.      Jelaskan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan perusahaan dalam rangka menyusun anggaran variabel!
2.      Berikan penjelasan beserta contohnya dari ciri-ciri standar biaya yang termasuk dalam kelompok biaya tetap, kelompok biaya variabel, dan kelompok biaya semi variabel!






                               TOPIK 7 

ANGGARAN UTANG-PIUTANG

(sumber : Buku Anggaran Perusahaan: Prinsip, Mekanisme dan Teknik penyusunan oleh Gunawan Adisaputro)
 


Pada topik ke 7 ini akan membahas anggaran utang-piutang. Adapun topik didalamnya yang akan dibahas lebih lanjut adalah mengenai anggaran piutang dan anggaran utang Coba Anda simak baik-baik dan perhatikan yang bertuliskan tebal kemudian renungkan isi materi di bawah ini.

1. Anggaran Piutang
Anggaran piutang adalah anggaran yang merencanakan  secara lebih terperinci tentang jumlah piutang perusahaan, beserta perubahannya dari waktu ke waktu selama periode tertentu yang akan datang.
Secara umum, semua anggaran termasuk anggaran piutang mempunyai tiga keguanaan pokok yaitu: sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja dan sebagai alat pengawasan (evaluasi) kerja yang membantu manajer dalam mengambil kebijakan perusahaan.
Secara khusus, anggaran piutang berguna sebagai dasar untuk menyusun anggaran kas, karena hasil penagihan-penagihan piutang tersebut akan merupakan pemasukan kas.
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi penyusunan anggaran piutang, antara lain:
§  Rencana penjualan yang dituangkan dalam anggaran penjualan
§  Kondisi persaingan
§  Posisi perusahaan dalam persaingan
§  Syarat pembayaran (term of payment) yang ditawarkan kepada para calon pembeli
§  Kebijaksanaan perusahaan dalam penagihan piutang-piutangnya.

2. Anggaran Utang

Anggaran utang adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah utang perusahaan, beserta perubahannya dari waktu ke waktu selama periode tertentu yang akan datang.

Secara umum, semua anggaran termasuk anggaran utang mempunyai tiga kegunaan pokok, yaitu sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja dan sebagai alat pengawasan (evaluasi) kerja yang membantu manajer dalam mengambil kebijakan perusahaan.
Secara khusus, anggaran utang berguna sebagai dasar untuk menyusun anggaran kas, karena pembayaran utang memerlukan pengeluaran kas.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran utang, antara lain:
§  Rencana pembelian yang dituangkan dalam anggaran pembelian bahan mentah
§  Posisi perusahaan sebagai pihak pembeli terhadap pihak penjual bahan mentah
§  Syarat pembayaran (term of payment) yang ditawarkan oleh pihak penjual bahan mentah kepada perusahaan, dan
§  Tersedianya modal kerja.



 LABA PER SAHAM


Penilaian  kinerja  suatu  perusahaan  merupakan  hal  yang  sangat  penting baik  bagi  investor,  calon  investor,  maupun  manajemen.  Bagi  investor penilaian  kinerja  menjadi  dasar  apakah  akan  melepas,  menambah,  atau mempertahankan investasinya. Bagi calon investor, penilaian kinerja menjadi dasar  keputusan  untuk  berinvestasi  atau  tidak.  Dan  bagi  manajemen, penilaian kinerja menjadi dasar bonus yang diterimanya dan keputusan untuk menentukan kebijakan-kebijakan di masa depan. Dengan kata lain, penilaian kinerja  suatu  perusahaan  merupakan  dasar  yang  sangat  penting  dalam pembuatan keputusan oleh banyak pihak.
Metode-metode  dalam  penilaian  kinerja  suatu  perusahaan  banyak  sekali jenisnya,  baik  yang  bersifat  finansial  maupun  yang  bersifat  nonfinansial. Secara nonfinansial, kinerja perusahaan bisa dilihat dari loyalitas konsumen, kualitas  limbah,  corporate  social  responsibilities,  dan  lain  sebagainya. Sedangkan,  secara  finansial,  kinerja  perusahaan  bisa  diukur  dari  item-item yang  ada  di  laporan  keuangan.  Selain    itu,  yang  paling  banyak  digunakan adalah  analisis  rasio  keuangan.  Cara  kerja  analisis  rasio  keuangan  adalah
dengan  membandingkan  antar  satu  item  yang  ada  di  laporan  keuangan dengan item lainnya. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah Laba per saham (Earnings per Share/EPS).
EPS  merupakan  rasio  yang  membandingkan  antara  total  laba  yang diperoleh  perusahaan  dengan  saham  biasa  yang  beredar  sehingga  dapat diketahui nilai laba yang diperoleh setiap lembar saham. Semakin tinggi rasio ini maka menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memberikan laba bagi pemegang  sahamnya  yang  semakin  baik.


LABA PER SAHAM DASAR

Besarnya  laba  dan  arus  kas  yang  dihasilkan  oleh  perusahaan  di  masa depan  merupakan  faktor  penting  penentu  nilai  perusahaan  tersebut. Menilai  perusahaan  secara  keseluruhan  merupakan  hal  yang  krusial  ketika terjadi negosiasi merger, buyouts, dan kejadian lain yang serupa – merupakan kejadian yang jarang terjadi selama masa hidup perusahaan. Dalam penilaian sehari-hari,  banyak  analis  memilih  fokus  pada  nilai  saham  biasa  secara individu  (per  lembar).  Untuk  tujuan  ini,  mengetahui  pendapatan  yang
diperoleh  setiap  saham  akan  sangat  membantu.  Karena  faktor  tersebutlah, laba per saham dihitung.
Data  laba  per  saham  biasanya  dilaporkan  dalam  keterangan  finansial yang  banyak  digunakan  oleh  para  pemegang  saham  dan  investor  potensial dalam mengevaluasi profitabilitas perusahaan. Laba per saham (Earnings per Share/EPS)  menunjukkan  laba  yang  dihasilkan  oleh  setiap  lembar  saham biasa. Jadi, EPS dilaporkan hanya untuk saham biasa.

A.  STRUKTUR MODAL SEDERHANA
Perusahaan  yang  struktur  modalnya  dianggap  sederhana  adalah  yang hanya terdiri dari saham biasa atau termasuk juga saham biasa potensial yang merupakan  hasil  konversi  atau  yang  bisa  melemahkan  (dilute)  laba  per lembar  saham  biasa.  Struktur  modal  dikatakan  kompleks/rumit  jika didalamnya  termasuk  sekuritas  yang  dapat  memberikan  efek  dilutif  (dilutive effect) terhadap laba per lembar saham biasa. Perhitungan EPS untuk struktur
modal  yang  sederhana  melibatkan  dua  items  (selain  laba  bersih),  yaitu: dividen  saham  preferen  dan  jumlah  saham  yang  beredar  dengan menggunakan rata-rata tertimbang.
1.  Dividen Saham Preferen
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa EPS terkait dengan laba per lembar  saham  biasa.  Ketika  perusahaan  mempunyai  saham  beredar  yang berupa  saham  biasa  dan  saham  preferen  maka  dividen  saham  preferen periode  saat  ini  harus  dikurangkan  dari  laba  bersih  untuk  memperoleh  laba yang  tersedia  bagi  pemegang  saham  biasa.  Rumusan  untuk  menghitungnya adalah sebagai berikut:


Dalam  melaporkan  informasi  EPS,  dividen  saham  preferen  harus
dikurangkan  dari  setiap  komponen  laba  (dari  operasional  berjalan  dan  laba
sebelum  item  luar  biasa)  dan  akhirnya  dari  laba  bersih  untuk  memperoleh
laba  yang tersedia bagi pemegang  saham biasa.


2.  Rata-rata Tertimbang Jumlah Saham yang Beredar
Dalam  semua  perhitungan  EPS,  rata-rata  tertimbang  jumlah  saham beredar  selama  periode  berjalan  menjadi  dasar  bagi  jumlah  per  saham  yang dilaporkan.  Saham  yang  diterbitkan  dan  dibeli  selama  periode  berjalan, berdampak  pada  jumlah  saham  beredar  dan  harus  di  rata-rata  tertimbangkan dengan  membaginya  ke  dalam  periode-periode  beredarnya.
3.  Dividen Saham dan Stock Splits (Pemecahan Saham)
Ketika  terjadi  pembagian  dividen  saham  dan  stock  split  (pemecahan saham),  perhitungan  rata-rata  tertimbang  saham  beredar  perlu  untuk dilakukan  restatement  sebelum  dividen  saham  atau  split.



LABA PER SAHAM – STRUKTUR  MODAL KOMPLEKS
Satu  masalah  dalam  perhitungan  EPS  dasar  adalah  perhitungan  tersebut gagal mengantisipasi potensi dampak dilusian pada saham beredar ketika perusahaan  mempunyai  sekuritas  dilusian  (dilutive  securities).  Sekuritas dilusian  adalah  sekuritas  yang  bisa  dikonversi  ke  sahan  biasa  dan  konversi tersebut  menyebabkan  melemahnya  EPS.  Sekuritas  dilusian  menimbulkan masalah  serius  karena  jika  mereka  dikonversi  ke  saham  biasa  menimbulkan dampak yang negatif bagi nilai EPS. Efek negatif ini bisa menjadi signifikan dan,  lebih  penting  lagi,  hal  tersebut  tidak  diharapkan,  kecuali  laporan keuangan  mampu  mensinyalir  keberadaan  potensi  dampak  dilusian  dengan cara-cara tertentu.
Suatu  struktur  modal  yang  kompleks  terjadi  ketika  perusahaan mempunyai  sekuritas  yang  dapat  dikonversi,  opsi,  waran  atau  hak  lain  yang jika  dikonversi  menyebabkan  menurunnya  nilai  EPS.  Oleh  karena  itu, perusahaan  dengan  struktur  modal  yang  kompleks,  baik  EPS  dasar  maupun dilusian harus dilaporkan.

A.  LABA PER SAHAM DILUSIAN–EFEK-EFEK YANG DAPAT DIKONVERSI (CONVERTIBLE SECURITIES)
Saat terjadi konversi, sekuritas konvertibel diubah menjadi saham biasa. Metode untuk menilai dampak dilusian dalam potensi konversi terhadap EPS disebut  dengan  if-converted  method.  If-converted  method  untuk  obligasi konvertibel  menggunakan  asumsi  sebagai  berikut.  (1)  terjadinya  konversi terhadap  sekuritas  konvertibel  dilakukan  pada  awal  periode  (atau  pada  saat penerbitan  sekuritas,  jika  diterbitkan  pada  awal  periode),  dan  (2) pengeliminasian  bunga  yang  terkait.  Jadi,  denominator  –  rata-rata tertimbang  jumlah  saham  beredar  –  meningkat  dengan  bertambahnya  saham yang  diasumsikan  terbit  tersebut.

B.  LABA PER SAHAM DILUSIAN–OPSI DAN WARAN
Opsi saham dan waran yang beredar dimasukkan dalam perhitungan EPS dilusian, kecuali jika mereka bersifat antidilutive. Opsi dan warran dan yang sejenisnya  dimasukkan  dalam  perhitungan  EPS  dilusian  dengan menggunakan metode saham treasury (treasury stock method). Metode  saham  treasury  mengasumsikan  bahwa  opsi  atau  waran diterapkan,  pada  awal  tahun  (atau  tanggal  diterbitkannya  jika  diterbitkan setelah  awal  tahun)  dan  bahwa  proses  dari  diberlakukannya  opsi  dan  waran digunakan untuk membeli saham biasa dalam treasury. Jika harga berlakunya lebih rendah daripada harga pasar saham maka proses dari diterapkannya opsi dan  waran  tidak  cukup  untuk  melakukan  pembelian  kembali  (buy  back) seluruh saham.



Share this Article on :

1 komentar:

Deand Trii mengatakan...

trimakasi kak postingan nya cukup membantu :)

Poskan Komentar

 

© Copyright Soft Connection 2011 -2013 | Design by Dicky Veryansyah | Published by Cool Templates | Powered by Blogger.com.