News Update :

4.6 EKSI4415 Teori Akuntansi

Senin, 06 Mei 2013


Inisiasi 1
Sejarah Perkembangan Akuntansi
Fakta-fakta sejarah yang menunjukkan sistem pencatatan ada sejak kurang lebih
tahun 3000 sM
          zaman peradaban Kaldea-Babilonia, Asiria, dan Samaria
          peradaban Mesir
          peradaban Cina
          peradaban Yunani
          peradaban Roma
          Sistem pembukuan berpasangan bertahap mulai muncul selama abad ke-13 dan ke-14 di beberapa pusat perniagaan di Itali bagian utara
          catatan Goivani Farolfi & Company (perusahaan dagang di Florence tahun 1299-1300),
          catatan Rinieri Fini & Brothers yang berdagang di Champagne Perancis.
          Pada masa Renaisans à buku yang berjudul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportion et Propotionalita, à risalah mengenai matematika, dan mencakup suatu bagian mengenai tata buku berpasangan.
          Empat Fase Proses Perkembangan Akuntansi di Amerika SerikatFase Kontribusi Manajemen
            à Pada fase ini muncul isu mengenai bunga, dan adanya pengaruh pajak income bisnis terhadap teori akuntansi.
          Fase Kontribusi Institusi
            à ditandai penciptaan dan peningkatan peran institusi dalam pengembangan prinsip akuntansi, termasuk pembentukan SEC, persetujuan prinsip-prinsip umum oleh IAI, dan peran baru Committee on Accounting Procedures.
          Fase Kontribusi Profesional
            à didirikan the Accounting Principles Board dan the Accounting Research Division untuk memajukan pernyataan tertulis tentang apa yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi berterima umum
          Fase Politisi
            à FASB mengadopsi pendekatan deduktif dan menguasai politik untuk merumuskan prinsip-prinsip akuntansi
Perkembangan Akuntansi di Indonesia
          Dekade zaman Penjajahan sampai dengan tahun 1955
            à akuntan Belanda mendominasi praktik akutansi di Indonesia mulai abad ke-17 sampai ke-19.
          Dekade tahun 1955-1979
            à Pada dekade 60-an dan 70-an terdapat dualisme dalam sistem pendidikan akuntansi.
          Dekade tahun 1980-2000
            à Tahun 1980 dikeluarkan aturan Ujian Negara Akuntansi, sehingga mahasiswa PTS dapat memperoleh sebutan akuntan melalui ujian khusus.
            à Pada tahun 1900 peraturan perundang-undangan mengenai akuntansi dihapus perbedaan perlakuan terhadap PTS dan memperluas keprofesionalan tidak hanya terbatas pada akuntan publik.
            àTahun 1997 untuk mendapatkan akuntan publik, maka ditempuh dengan Ujian Sertifikasi Akuntansi Publik (USAP).
          Dekade tahun 2000-sekarang
            à SK Menteri Pendidikan Nasional No. 179/U/2001 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi mengubah aturan bahwa mahasiswa akuntansi jika ingin mendapatkan gelar akuntan harus menempuh pendidikan di PPA selama kurang lebih 2 tahun.
Inisiasi 2
Metodologi Penelitian Akuntansi
Pendekatan Tradisional untuk
menyusun teori akuntansi
          Pendekatan Nonteoritis à pendekatan pragmatis (praktis) dan otoriter (otoritarian).
          Pendekatan Teoritis
            - Pendekatan Deduktif à Dimulai dengan asumsi dan konklusi logis yang diperoleh dari sejumlah prinsip akuntansi
           
            - Pendekatan Induktif à dimulai dengan serangkaian pengamatan terhadap informasi keuangan dari bisnis perusahaan dan selanjutnya akan diperoleh rumusan gagasan serta prinsip-prinsip akuntansi
            - Pendekatan Etis à Terdiri dari konsep kewajaran, keadilan, keseimbangan, dan kebenaran
            - Pendekatan Sosiologis à prinsip ataupun teknik akuntansi dievaluasi berdasarkan kesesuainnya dengan akibat
           
-          Pendekatan Ekonomi à menekankan pengendalian perilaku indikator-indikator ekonomi makro,
            - Pendekatan Ekletikà hasil utama berbagai upaya untuk menetapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip akuntansi.
Pendekatan Penyusunan Teori Akuntansi dan Perspektif Penelitian Akuntansi
          Pendekatan Pajak à Peraturan perpajakan menjadi jalan dalam pemikiran akuntansi.
          Pendekatan Legal à FASB dalam menetapkan suatu Kerangka Dasar Konseptual untuk akuntansi, menyelidiki penggunaan hukum untuk menetapkan prinsip-prinsip akuntansi.
          Pendekatan Etika à menekankan konsep-konsep kedailan, kebenaran, dan kewajaran
          Pendekatan Ekonomi
            - Makroekonomi à menjelaskan pengaruh prosedur pelaporan alternatif pada pengukuran ekonomi dan aktivitas ekonomi pada tingkatan yang lebih luas dariada perusahaan,
            - Mikroekonomi à menjelaskan pengaruh prosedur pelaporan alternatif pada pengukuran ekonomi dan aktivitas ekonomi pada tingkatan perusahaan
            - Akuntasi Sosial Korporasi à FASB secara formal mengakui banyak pihak selain pemilik yang tertarik pada informasi keuangan
          Pendekatan Perilaku à relevansi informasi yang dikomunikasikan kepada para pengambil keputusan dan perilaku berbagai individu atau kelompok sebagai akibat dari disajikannya informasi akuntansi.
          Pendekatan Struktural à memperlakukan hal-hal yang serupa dengan cara yang serupa
Fondasi Awal Pencarian Prinsip Akuntansi
          Juni 1936 AAA menerbitkan seri monograf singkat tentang prinsip-prinsip akuntansi dengan judul “a Tentative Statement of Accounting Principles Underlying Corporate Financial Statements” (Pernyataan Sementara Prinsip-Prinsip Akuntansi yang Mendasari Laporan Keuangan Perusahaan).
          Gilbert Byrne mengemukakan bahwa prinsip-prinsip adalah kebenaran mendasar. Prinsip-prinsip merupakan prasayarat untuk keberadaan seluruh kumpulan asas yang membentuk batang tubuh akuntansi. Prinsip ini mengasumsikan debit dan kredit, neraca dan laporan laba rugi, dan sebagainya.
          Beberapa upaya efektif di masa sekarang diukur oleh biaya sekarang yang dapat dikurangkan dari pendapatan, dan ini adalah biaya dari pendapatan sekarang.
          Upaya yang diharapkan efektif dimasa datang diukur oleh biaya yang ditangguhkan sebagai biaya dari pendapatan masa datang.
          tahun 1920-an dan awal 1930-an terjadi perubahan dalam tujuan akuntansi dari menyajikan informasi ke manajemen dan kreditur menjadi menyajikan informasi keuangan untuk investor dan pemegang saham.
Inisiasi 3
Kerangka Dasar Konseptual
Kerangka Konseptual FASB
          FASB menyatakan bahwa konsep-konsep dasar menuntun badan dalam mengembangkan standar akuntansi dan pelaporan karena konsep-konsep dasar tersebut memberikan dasar umum dan alasan mendasar untuk mempertimbangkan barbagai alternative yang ada.
          Kerangka konseptual menghasilkan tujuan dan dasar-dasar praktik akuntansi maupun pelaporan keuangan sekarang.
          FASB dibentuk pada tahun 1973 à mengembangkan kerangka konseptual untuk akuntansi keuangan dan pelaporan keuangan.
          Tujuan FASB à menghasilkan system yang serasi, yang diharapkan akan mengarah pada terbentuknya standar-standar yang konsisten dan yang menggariskan sifat, fungsi, dan keterbatasn-keterbatasn akuntansi keuangan dan pelaporan keuangan.
Concept Statements FASB
          SFAC 1 : Tujuan-tujuan akuntansi untuk perusahaan bisnis.
          SFAC 2 : Karakteristik Kualitatif informasi keuangan.
          SFAC 3 : Definisi unsur-unsur laporan keuangan untuk perusahaan bisnis.
          SFAC 4 : Tujuan-tujuan akuntansi untuk jenis perusahaan bukan perusahaan bisnis.
          SFAC 5 : Definisi konsep-konsep yang memberikan pedoman pada apa yang harus dicakup dalam laporan keuangan dan kapan aturan pengukuran yang berhubungan dengan pertanyaan pengakuan dibahas.
          SFAC 6 : menggantikan SFAC 3 dengan mendifinisikan unsur-unsur laporan keuangan untuk semua perusahaan.
          Suatu kerangka dasar berdasarkan akuntabilitas, tujuan akuntansi adalah untuk menyediakan suatu sistem arus informasi yang adil dinatara akuntor, akuntee, dan akuntan.
          Informasi harus bermanfaat-biaya, artinya manfaatnya melebihi biayanya.
          Konsep kemampuan peramalan sangat potensial untuk pengembangan pelaporankeuangan yang relevan di masayang akan datang.
          Informasi mempunyai nilai umpan balik yang mana memiliki peran penting dalam menguatkan atau mengoreksi harapan sebelumnya.
          Informasi juga harus tepat waktu sehingga informasi tersedia bagi pengambilan keputusan sebelum kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi keputusan.
          Sifat daya banding, didefinisikan sebagai kulaitas informasi yang memungkinkan pemakai untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan antara dua set fenomena ekonomi.
          Sifat materialitas sebagai karakteristik pervasif yang sangat mirip dengan konsep relevansi.
          Konsep relevansi menyiratkan bahwa semua informasi harus disajikan dan dapat membantu dalam memprediksi jenis informasi yang dibutuhkan dalam proses keputusan.
          Konsep kelangsungan hidup mendukung teori manfaat dari penilaian atau dalam beberapa kasus untuk mendukung teori manfaat dari penilaian.
          Konsep periodesitas menunjuk pada kenyataan bahwa akuntan mengukur laba sepanjang periode kalender yang biasa.
          Konservatisme mengartikan bahwa akuntan harus melaporkan yang terendah dari beberapa nilai yang mungkin untuk aktiva dan pendapatan dan yang tertinggi dari beberapa nilai yang mungkin untuk kewajiban dan beban.    
Inisiasi 4
Struktur Teori Akuntansi
  1. Tujuan Laporan keuangan
  2. a. Postulat akuntansi
            b. Konsep Teoritis akuntansi
3.  Prinsip Akuntansi
4.  Teknik-teknik akuntansi
Pengelompokkan postulat menurut Moonitz
Kelompok A berkaitan dengan lingkungan akuntansi.
          Postulat A-1 Qualification à data kuantitatif berguna dalam membuat keputusan ekonomi yang rasional.
          Postulat A-2 Exchange à barang dan jasa yang dihasilkan akan didistribusikan melalui pertukaran dan tidak dikonsumsi secara langsung oleh produsennya.
          Postulat A-3 Entities à Kegiatan ekonomi dilakukan melalui unit-unit tertentu.
          Postulat A-4 Time Period à kegiatan ekonomi dilakukan dalam suatu jangka waktu tertentu.
          Postulat A-5 Unit of Measure à uang merupakan suatu denominaor yang dipakai untuk mengukur barang dan jasa, termasuk tenaga kerja, sumber daya alam, dan modal.
Kelompok B berkaitan dengan akuntansi itu sendiri.
          Postulat B-1 Financial Statement à hasil dari proses akuntansi yang dinyatakan dalam seperangkat ikhtisar keuangan yang secara fundamental saling berkaitan dan yang didasarkan atas dana yang sama.
          Postulat B-2 Market Price à data akuntansi didasarkan atas harga-harga yang berlaku di masa yang lalu, masa sekarang, atau masa yang akan datang untuk pertukaran yang telah terjadi atau diharapkan akan terjadi.
          Postulat B-3 Entities: hasil dari proses akuntansi dinyatakan untuk unitatau entity tertentu.
          Postulat B-4 Tentative: hasil operasi jangka waktu yang relatif pendek akan bersifat sementara kalau ada alokasi diantara periode yang lalu, periode sekarang, dan periode mendatang.
Kelompok C berkaitan dengan apa yang dianggap sebagai keharusan.
          Postulat C-1 Continuity: entitas harus dianggap terus beroperasi untuk jangja waktu yang tidak terhingga.
          Postulat C-2 Objectivity: perubahan dalam aset dan liabilities retained earnings, dan lain-lain tidak boleh diakui secara formasl sebelum perubahan tersebut dapat diukur secara obyektif.
          Postulat C-3 Consistency: prosedur akuntansi yang digunakan oleh suatu entitas harus sesuai untuk pengkuran posisi dan kegiatannya dan harus dianut secara konsisten dari waktu ke waktu.
          Postulat C-4 Stable Unit: laporan akuntansi harus didasarkan atas satuan pengukur yang stabil.
           Postulat C-5 Disclosure: laporan akuntansi harus mengungkapkan hal-hal yang penting agar laporan tersebut tidak menyesatkan.
Postulat Akuntansi
          Postulat Entitas àsetiap perusahaan merupakan unit akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan perusahaan lain
          Postulat Kelangsungan Usaha à entitas akuntansi akan terus beroperasi untuk melaksanakan proyek, komitmen, dan aktivitas yang sedang berjalan.
          Postulat Unit Pengukur à akuntansi adalah pengukuran dan proses mengkomunikasikan aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan moneter.
          Postulat Periode Akuntansi àlaporan keuangan yang menggambarkan perubahan dalam kesejahteraan perusahaan seharusnya diungkapkan secara periodik
Konsep Teoritis Akuntansi
          Teori kepemilikan à entitas sebagai agen perwakilan atau susunan melalui wirausahawan individu atau pengoperasi pemegang saham
          Teori Entitas à entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang menyediakan modal pada entitas.
          Teori Dana à unit bisnis terdiri atas sumber daya ekonomi (dana) serta kewajiban dan restriksi terkait mengenai penggunaan sumber daya.
Prinsip Akuntansi
          Prinsip Biaya à biaya perolehan atau biaya historis merupakan penilaian yang memadai untuk pemerolehan semua barang dan jasa, expense, biaya, dan ekiutas.
          Prinsip Revenue: prinsip ini menspesifikasikan sifat komponen-komponen revenue, pengukuran revenue, dan waktu pengakuan revenue.
          Prinsip penandingan: menyatakan bahwa expense harus diakui pada periode yang sama dengan revenue,
          Prinsip obyektivitas: prinsip ini untuk menjustifikasi pemilihan prosedur pengukuran yang digunakan
          Prinsip konsistensi: menyatakan bahwa peristiwa ekonomi yang serupa seharusnya dicatat dan dilaporkan secara konsisten dari periode ke periode.
          Prinsip pengungkapan penuh àlaporan keuangan didesain dan dibuat untuk menggambarkan secara akurat peristiwa ekonomi yang telah mempengaruhi perusahaan untuk suatu periode
          Prinsip konservatisme: menyatakan bahwa ketika memilih diantara dua atau lebih teknik akuntansi yang dapat diterima, maka preferensinya adalah memilih yang paling kecil dampaknya terhadap ekuitas pemegang saham.
          Prinsip Materialitas: prinsip ini menyatakan bahwa transaksi dan peristiwa yang tidak memiliki dampak ekonomi signifikan dapat diatasidengan cara yang paling tepat,
          Prinsip Keseragaman dan Komparabilitas: prinsip keseragaman merujuk pada penggunaan prosedur yang sama oleh perusahaan yang berbeda
Inisisasi 5
Pendapatan, Keuntungan, Beban, dan Kerugian
Definisi Pendapatan
          FASB à arus masuk atau penambahan nilai pada aktiva suatu satuan usaha atau penyelesaian-penyelesaian kewajibannya dari pengiriman atau produksi barang, pemberian jasa, atau kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama atau pusat dari satuan usaha yang berkesinambungan.
          IAI à penghasilan yang timbal dari aktivitas perusahaan yang biasa dan dikenal dengan sebutan yang berbeda, seperti penjualan, penghasilan jasa, bunga, dividen, royalty, dan sewa.
          Pengakuan Pendapatan
            à pencatatan jumlah rupiah secara resmi ke dalam sistem akuntansi sehingga jumlah tersebut terefleksi dalam statemen keuangan.
          Pembentukan Pendapatan
            à konsep yang berkaitan dengan masalah kapan dan bagaimana sesungguhnya pendapatan itu timbul atau menjadi ada.
          Realisasi Pendapatan
            Pendapatan terbentuk pada saat produk selesai dikerjakan dan terjual langsung atau pada saat terjual atas dasar kontrak penjualan (barang mungkin belum jadi atau belum diserahkan).
Kriteria Pengakuan Pendapatan
          Terealisasi atau cukup pasti terealisasi
            à bilamana produk, barang dagangan, atau aset lain telah terjual atau ditukarkan dengan kas atau klaim atas kas.
          Terbentuk/terhak
            à Pendapatan dikatakan telah terbentuk jika perusahaan telah melakukan secara substansial kegiatan yang harus dilakukan untuk dapat menghaki manfaat atau nilai yang melekat pada pendapatan.
Saat Pengakuan Pendapatan
          Pada saat kontrak penjualan
          Selama proses produksi secara bertahap
          Pada saat produksi selesai
          Pada saat penjualan
          Pada saat kas terkumpul
Definisi Beban
          SAK (2002), beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal
          Pengakuan Biaya
            à Pengakuan biaya adalah kapan penurunan nilai aset dapat dikatakan telah terjadi atau kapan biaya telah timbul sehingga jumlah rupiah biaya dapat diakui.

Hubungan Kos dan Biaya
          Kos adalah pengukur biaya atau biaya direpresentasi dengan kos sehingga secara teknis dan praktis, biaya sering disebut kos. Tetapi kos tidak selalu dapat disebut biaya karena kos dapat juga merepresentasi aset.
Proses dan Konsep Penandingan
          Konsep penandingan adalah dasar pemikiran untuk menghubungkan pendapatan dengan biaya sehingga laba yang dihasilkan bermakna.
          Konsep penandingan menyatakan bahwa untuk mendapatkan laba periodik yang bermakna, maka pendapatan yang diakui untuk suatu periode harus ditandingkan dengan biaya yang dianggap telah menciptakan pendapatan tersebut.
Inisiasi 6
Aktiva dan Pengukurannya
Proses Pengukuran dan Ukuran Masukan
          Pengukuran adalah proses memberikan jumlah moneter kuantitatif yang berarti pada obyek atau peristiwa yang berkaitan dengan suatu badan usaha dan diperoleh sedemikian rupa sehingga jumlah itu sesuai untuk agregasi atau disagregasi.
          Harga Pertukaran: nilai keluaran mencerminkan dana yang diterima oleh suatu perusahaan yang didasarkan terutama pada harga pertukaran untuk satu produk atau keluaran perusahaan tersebut.
          nilai masukan mencerminkan ukuran imbalan yang diserahkan untuk memperoleh aktiva yang digunakan oleh perusahaan dalam operasinya.
          Merevaluasi aktiva: diperlukan dasar-dasar pengukuran baru untuk transaksi atau pertukaran secara langsung mempengaruhi satuan akuntansi itu sendiri untuk mengetahui harga pertukarannya.
Ukuran masukan
          Biaya masukan historis
          Biaya masukan masa berjalan
          Biaya masukan masa depan yang didiskontokan
Ukuran-ukuran Keluaran
          Nilai realisasi bersih.
          Setara Kas Masa Berjalan
          Nilai likuidasi
          Penerimaan Kas atau Potensi Jasa Masa Depan yang Didiskontokan
          Ukuran nilai terendah.
Tujuan pengukuran
          Tujuan Sintaksis à tujuan pengukuran aktiva adalah mendapatkan suatu dasar bagi perhitungan marjin operasi kotor serta penghasilan dari semua transaksi
          Tujuan Semantis à memastikan bahwa semua ukuran yang digunakan dalam akuntansi akan menghasilkan penyajian yang jujur.
          Tujuan Pragmatis à berfokus pada keguanaan, atau relevansi, akuntansi.
Inisiasi 7
Pengungkapan
          Laporan keuangan ditujukan kepada pemegang saham, kreditur, dan calon pemegang saham/investor.
          Keputusan yang dibuat oleh investor pada dasarnya adalah keputusan jual-beli-tahan, kreditur berkaitan dengan keputusan memberikan atau memperpanjang kredit.
          Konsep pengungkapan adalah pengungkapan yang cukup, wajar, dan lengkap
          Menurut FASB, informasi harus relevan, tepat waktu, dan dapat dimengerti, serta informasi harus handal, netral, dan disajikan dengan jujur.
          Perusahaan yang mengandalkan modal internasional akan membuat pengungkapan sesuai dengan pasar modal dimana mereka berharap dapat mengumpulkan modal.
          SEC (Security Exchange Communication) bertanggung jawab atas tingkatan pengungkapan,
           FASB bertanggung jawab atas format pengungkapan. Fungsi commission dalam hal pengungkapan perseroan adalah untuk memastikan tersedianya informasi yang efisien dan wajar dan secara tepat waktu.
Bentuk-Bentuk Pengungkapan
          publikasi ramalan informasi akuntansi keuangan dan informasi lain yang berhubungan dengan perusahaan, asumsi dasar yang berhubungan dengan perekonomian dan factor eksternal perlu diungkapkan agar pemakai ramalan dapat mengevaluasi keandalannya dengan baik
          Accounting Principles Board dalam opinion 22 menyimpulkan bahwa informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan perlu untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan yang wajar.
          Perubahan akuntansi dibenarkan tetapi harus diungkapkan dalam laporan keuangan ketika perubahan dilakukan. Hal ini disertai dengan justifikasi atas perubahan tersebut.
          Perubahan akuntansi mencakup perubahan prinsip akuntansi, dalam estimasi akuntansi, dan dalam satuan usaha yang melaporkan.
          Peristiwa yang mungkin menghasilkan keuntungan atau kerugian yang abnormal dan tidak berulang juga dapat mempengaruhi keputusan dengan mempengaruhi prediksi kesehatan ekonomi perusahaan di masa depan.
           Peristiwa semacam ini tidak memerlukan penyesuaian tetapi perlu diungkapkan.
Pelaporan Segmen Menurut FASB Statement No. 131
          Perusahaan harus melaporkan informasi segmen dengan cara yang sama dengan manajemen mengatur perusahaan dengan unit-unit untuk pengambilan keputusan internal dan tujuan evaluasi kinerja. Standar merunjuk pendekatan yang demikian sebagai pendekatan manajemen untuk segmentasi.           
          Statement No.131 menjelaskan suatu segmen usaha sebagai komponen dari suatu perusahaan:
            1. yang terlibat dalam aktivitas usaha yang menimbulkan pendapatan dan biaya, termasuk pendapatn dan biaya segmen;
            2. yang hasil usahanya ditelaah secara teratur oleh pemimpin usaha yang berwenang, yang berwenang melalukan pengambilan keputusan; dan
            3. yang mampu menyediakan informasi keuangan yang terpisah.
          Program pensiun dan manfaat pensiun lainya tidak termasuk segmen usaha.
          Departemen pusat atau fungsional perusahaan yang tidak memperoleh pendapatan bukan merupakan segmen usaha.
          Suatu segmen dianggap material dan perlu dilaporkan terpisah apabila ada satu dari tiga kriteria berikut terpenuhi
          1. Pendapatan yang dilaporkan suatu segmen, termasuk pendapatan antar segmen, mencakup 10% atau lebih atas pendapatan gabungan seluruh segmen usaha
          2. Nilai absolute dari laba atau rugi yang dilaporkan mencakup 10% atau lebih atas jumlah yang lebih besar antara (a) gabungan laba seluruh segmen usaha yang melaporkan laba atau (b) nilai absolute dari gabungan rugi seluruh segmen usaha yang melaporkan kerugian.
          3. Aktivanya mencakup 10% atau lebih atas aktiva gabungan seluruh segmen usaha. Apabila segmen yang perlu dilaporkan telah diidentifikasi, seluruh segmen usaha lainya digabungkan dengan kegiatan usaha lain dalam kategori “lain-lain” untuk keperluan pelaporan.
Metode-metode Pengungkapan
          Bentuk dan susunan laporan formal
          Terminologi dan penyajian yang terinci
          Informasi parentis (dalam tanda kurung)
          Catatan kaki
          Laporan dan daftar pelengkap
          Komentar dalam laporan auditor
          Surat direktur utama atau ketua dewan komisaris

Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

 

© Copyright Soft Connection 2011 -2013 | Design by Dicky Veryansyah | Published by Cool Templates | Powered by Blogger.com.